Pembangunan Infrastruktur Bali Dikebut Jelang IMF-WB

Acara tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank yang akan digelar Oktober nanti di Bali. Kegiatan ini memang menjadi agenda international besar untuk Indonesia. Persiapan dan berbagai pembangunan infrastruktur sedang dilakukan untuk menunjang kegiatan tersebut.

Beberapa persiapan yang sudah mulai berlangsung dan sedang dikerjakan meliputi pembangunan apron bandara Ngurah Rai dengan nilai investasi sebesar Rp 1,34 triliun. Pembangunan ini dilakukan untuk mendukung lalulintas udara yang tertata rapi dan tidak terjadi delay atau keterlembatan perjalanan pesawat baik penumpang umum dan juga peserta IMF-WB.

Pembangunan lain yang sedang berjalan adalah pembangunan underpass Ngurah Rai dengan anggaran mencapai Rp 289 Miliar serta beberapa pembangunan meliputi perluasan badan jalan, perluasan Pelabuhan Benoa, penambahan Sistem Penyedian Air Minum (SPAM), hingga pengelolaan limbah TPA Suwung.

Kepala kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Causa Iman Karana mengatakan bahwa pengerjaan sampai saat ini berjalan baik dan masih on going progress.

“Yang terpenting adalah pengerjaan infrastruktur yang sekarang sedang dikerjakan di Bali. Ada bebrapa pekerjaan infrastruktur yang saat ini sedang on going,“ ujar Causa Iman.

Pengerjaan infrastruktur dan pembangunan penunjang kegiatan tahunan IMF-WB ditargetkan akan selesai pada September 2018 atau satu bulan sebelum acara tersebut diselenggarakan.

Sebanyak 15.000 delegasi IMF-World Bank Annual Meeting akan meramaikan Pulau Dewata, Bali Oktober 2018 mendatang. Acara tahunan ini, dihadiri oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara.

IMF-World Bank Annual Meeting 2018 direncanakan pada tanggal 9-14 Oktober 2018 mendatang, tapi pertemuan resminya sendiri berlangsung mulai tanggal 12-14 Oktober 2018. Sepanjang pertemuan tahunan di Bali kali ini diperkirakan ada lebih dari 2.000 pertemuan, baik dalam jumlah besar maupun kecil.

kegiatan yang digelar di Bali ini diperkirakan akan menjadi salah satu kegiatan yang memberikan dampak positif bagi perekonomian Bali dan secara umuk akan berdampak bagi perekonomian Indonesia secara keseleruhan.

Oleh karena itu pemerintah memang tidak meu menyia-nyiakan kegiatan tahunan IMF-WB yang digelar di Indonesia dengan mempersiapkan segala sarana dan pendukung yang nantinya akan mendukung kegiatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *