ESDM Berencana Gratiskan Akses Data Blok Migas yang Dilelang

Kementerian Engeri dan Sumber Daa Mineral (ESDM) berencana akan menggratiskan paket data wilayah kerja migas yang sedang dalam proses lelang. Langkah tersebut sebagai upaya meramaikan proses lelang blok migas.

Kepala Pusat Daya dan Teknologi Informasi Kementerian ESDM, Agus Cayono Adi menjelaskan bahwa dalam proses lelang yang berlaku peserta harus membayar US$ 5.000 untuk dokumen penawaran sebagai syarat mengikuti lelang. Kemudian, para peserta diharuskan untuk membayar biaya akses data di wilayah kerja migas.

Biaya paket yang dikeluarkan untuk paket daya bervariatif dengan biaya maksimal mencapai US$ 80.000. Skema selanjutnya adalah para pesert yang mengikuti lelang akan mengambil bid dokumen untuk dilakukan evaluasi dan akan mendapatkan akses datanya dengan tarif 0.

Skema baru ini peserta akan tetap membayar dokumen penawaran dengan besaran US$ 5.000. Setelah itu, pemendang akan dikenakan biaya akses data itu. Setelah menang, peserta akan diminta sesuai dengan mekanisme yang ada maksimal US$ 80.000.

Selama masa lelang tersebut, peserta akan mendapatkan akses selama masa lelang. Jadi setelah menjadi pemenang baru membayar biaya yang sudah ditetapkan tersebut.

Pihaknya menerangkan bahwa selaa 8 tahun terakhir sudah terdapat 215 kali lelang wilayah kerja migas. Dari peserta yang ada, hanya 223 peserta yang dapat mengakses data wilayah kerja. Dari jumlah tersebut hanya satu perusahaan saja yang dapat mengakses data WK. Dengan posisi tersebut maka negara tidak akan rugi dengan digratiskannya akses data untuk peserta lelang wilayah kerja migas.

Sebelumnya diberitakan bahwa Kementerian ESDM telah mengumumkan hasil lelang blok migas tahap kedua. Dari enam blok mugas yang telah dilelang, dia diantaranya telah laku yakni Blok South Jambi B dan Blok Banyumas.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar membuka kemungkinan bahwa pihaknya akan melelang ulang blok migas yang tidak laku. Lelang blok migas tahap selanjutnya akan dimulai bulan ini meliputi blok migas yang sudah dan sedang melakukan joint study. Proses lelang tersebut diharapkan dapat selesai sebelum akhir tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *