Realisasi investasi di Banten pada semester I (Januari–Juni) 2026 tercatat mencapai Rp66,3 triliun dari target tahunan sebesar Rp142 triliun. Capaian tersebut menunjukkan aktivitas penanaman modal di provinsi ini masih bergerak positif, dengan sektor industri menjadi salah satu penggerak utama.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten, Virgojanti, menyampaikan bahwa sektor petrokimia menjadi bidang yang paling banyak diminati investor. Selain itu, sektor listrik, chemical, properti, serta jasa perdagangan juga menjadi bagian dari arus investasi yang masuk ke wilayah tersebut.
Menurut Virgojanti, daya tarik investasi di Banten tidak terlepas dari dukungan infrastruktur dan kemudahan pelayanan perizinan yang terus dikembangkan oleh pemerintah daerah. Setiap wilayah memiliki strategi masing-masing untuk menarik minat pelaku usaha.
Kabupaten Tangerang Jadi Salah Satu Pusat Investasi di Banten
Kabupaten Tangerang menjadi wilayah yang paling banyak menarik perhatian investor berdasarkan realisasi investasi di Banten. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas pendukung serta infrastruktur yang dinilai lebih memadai dibandingkan beberapa wilayah lain.
Investasi juga cenderung lebih banyak mengalir ke kawasan utara Banten karena fasilitas industri dan infrastruktur pendukung di kawasan tersebut lebih berkembang. Wilayah ini memiliki ekosistem yang mendukung aktivitas industri, terutama sektor manufaktur dan pengolahan.
Sektor petrokimia menjadi salah satu industri strategis yang berkembang di Banten karena memiliki keterkaitan dengan berbagai rantai produksi lainnya. Kehadiran investasi pada sektor ini berpotensi memperkuat aktivitas industri sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Baca Juga: Investasi di Cilegon: UMKM Lokal Terpinggirkan dari Arus Investasi Triliunan
Investasi di Banten Dorong Penyerapan Tenaga Kerja
Selain meningkatkan aktivitas ekonomi daerah, realisasi investasi di Banten juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Virgojanti mencatat bahwa sepanjang 2025, investasi di Banten mampu menyerap sekitar 217.216 tenaga kerja.
Sementara itu, hingga semester pertama 2026, jumlah tenaga kerja yang terserap telah mencapai sekitar 100.000 orang. Penyerapan tersebut tersebar di berbagai sektor usaha, terutama industri pengolahan dan manufaktur.
Dari sisi asal investasi, lima negara yang masuk dalam daftar utama investor Banten adalah Malaysia, Singapura, Korea Selatan, China, dan Jepang. Posisi negara dengan kontribusi investasi terbesar dapat berubah setiap periode sesuai perkembangan realisasi penanaman modal.
Baca Juga: Investasi Hilirisasi di Riau: Peluang Besar Bagi Agroindustri dan Sektor Peternakan?
Perkembangan investasi di Banten menunjukkan bahwa kawasan ini masih menjadi salah satu tujuan penting bagi investor, khususnya pada sektor industri. Dukungan infrastruktur, pelayanan investasi, dan penguatan sektor manufaktur menjadi faktor yang berperan dalam menjaga daya tarik ekonomi daerah.
Dengan realisasi Rp66,3 triliun hingga semester pertama 2026, investasi di Banten menjadi bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja melalui berbagai sektor industri.
Demikian informasi seputar pengembangan investasi di Banten. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Ollowearables.Com.