Produk UMKM NTB Masih Lemah Diminta Tingkatkan Kualitas

Persoalan daya saing menjadi masalah utama produk pelaku UMKM yang ada di Provinsi NTB. Padahal, masalah daya saing ini menjadi penentu sebuah produk diterima oleh pasar.

Direktorat Perdagangan Dalam  Negeri, Kementerian Perdagangan RI menaruh perhatian terhadap pelaku usaha mikro,kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi NTB. Sedikitnya sebanyak 100 orang pelaku UMKM yang ada di NTB mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan daya saing kualitas produk kerajinan dan pangan olahan.

Masalah mendasar yang dihadapi pelaku UMKM adalah daya saing produk dihasilkan belum mampu bersaing dengan produk baik dari luar daerah maupun luar negeri. Karena itu, perhatian terhadap peningkatan kualitas daya saing menjadi hal terpenting untuk diberikan kepada pelaku UMKM.

Karena bahan baku yang impor yang begitu mahal, pada ujungnya harga produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM saat di lepas di pasar harganya sudah melejit tinggi. Akibatnya , harga tidak lagi menjadi kompetitif jika diadu dengan produk serupa yang berasal dari luar negeri. Alhasil, produk pelaku UMKM tidak bisa dijual, karena kalah saing dari sisi harga jual kepada konsumen.

Disisi lain Selain promosi, masalah kualitas menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan penjualan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di pasar global. Karena itulah, UMKM di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta senantiasa terus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan menjadi lebih baik dan bernilai ekonomi.

Pembinaan UMKM, baik SDM maupun sisi permodalan dilakukan dengan cara keroyokan, mengingat jumlah UMKM yang cukup banyak mencapai 600 unit sehingga tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemda NTB.

Kemenlu memiliki peran strategis, baik dalam bidang politik, sosial, ekonomi dan budaya. Kemenlu juga sebagai tempat investor negara lain mendapatkan informasi tentang kemudahan investasi di Indonesia termasuk mempromosikan pariwisata dan produk UMKM Indonesia.

Kemenlu membutuhkan banyak informasi dari daerah baik terkait potensi investasi pariwisata maupun produk UMKM. Diakuinya, meski pertumbuhan ekonomi dunia saat ini sedang menurun, tapi sebetulnya proses perdagangan tetap berlangsung. Jika memang kualitas produk bagus dan promosi juga bagus, akan tetap dicari orang. Oleh sebab itu, harus selalu optimis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *