Mana PLTU Baru? Bali Akan Krisis Listrik

Tambahan 100 MW tiap tahunya, membuat Bali bersiap menghadapi krisis. Krisis ynag akan dialami oleh Bali bukanlah sebuah ramalan. Sebagai tempat industri nusa tenggara dan wilayah wisata Bali membutuhkan asupan listrik yang sangat luar biasa.

Adanya proyek transmisi Jawa Bali, ditolak oleh warga bali. Hal tersebut karena tinggi pembangkit sekitar 376 m dekat dengan pura. Adanya pura segara Rupek menjadikan kendala dalam pembangunan proyek ini. Ada banyak yang harus dibenahi jika ini terus berjalan.

Tinggi pura di Bali tidak boleh dilampaui oleh sesuatu yang melintas. Ini seperti proyek Jawa Bali yang dianggap cross over, sedangkan dibawahnya aka nada Pura segara rupek. Pura ini akan dilintasi oleh beberapa instalasi sehingga akan membuat Pura tidak lebih indah. Kesucian daripada Pura akan terganggu.

Ada banyak tempat ynag sebenarnya sangat strategis, dan ini lumayan jauh dari pura Segara Rupek. Biasanya ada jarak sekitar 2 km. wilayah ini merupakan wilayah yang sangat krusial. Wilayah yang tepat seperti Pura yang jauh akan melancarklan pembangunan.

Di wilayah Bali hanya satu yang Bangunanya melebihi wilayah Pura yaitu “Hotel Bali Beach”. Di tempat tersebut merupakan bangunan yang bisa melebihi dari bangunan pura. Ini sebenarnya merupakan masalah yang cukup sederhana.

Hotel Bali Beach dibangun pada tahun 1966 dan pada saat itu belum ada regulasi yang mengatur tentang tinggi bangunan.

Lalu bagaiman dengan proyek PLTU Baru yang akan menerangi wilayah Jawa dan Bali? Ya ini tentunya menjadi sebuah misteri seperti wilayah Celukan Bawang yang baru-baru ini memiliki banyak kendala. Bali akan mengalami krisis listrik karena kebutuhan listrik wisata. Kebutuhan di Bali meningkat 100 MW setiap tahunya.

Suatu saat nanti jika saja pembangunan tidak diimbangi dengan infrastruktur maka Bali dan wilayah Nusa Tenggar Timur akan mengalami krisis yang bisa berakibat ke penghasilan pariwisata.

Wisata di Bali sangat banyak dengan membutuhan banyak energy untuk meningkatkankebutuhan pasoskan. Dibutuhkan banyak energy untuk menerangi wilayah Bali. Jika saja Bali tidak dibangun PLTU maka hasilnya adalah krisis energy yang terus menerus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *